Wisata dan Liburan Ke Patan Nepal

Wisata dan Liburan Ke Patan Nepal – Patan, juga dikenal sebagai ‘Lalitpur’, adalah kota pengrajin yang terletak di 5 km bagian tenggara Kathmandu dan merupakan rumah bagi pengrajin terbaik di lembah yang telah mewarisi teknik kuno seperti repoussé (embos) dan proses pengecoran menggunakan lilin yang digunakan untuk menciptakan patung yang indah.

Selain teknik kuno, kota ini juga mempertahankan banyak pesona tua dengan jalan-jalan yang sempit, rumah dari batu bata, dan berbagai bentuk candi Hindu, biara Budha (vihara), dan monumen yang masih terawat dengan baik. Anda juga dapat mendengar suara alat-alat pahat yang saling beradu pada patung yang sedang dibentuk oleh para pengrajin patung.

Seperti di Kathmandu, kepercayaan Hindu dan Buddha telah ada di sini selama berabad-abad, keduanya saling memengaruhi satu sama lain dan kerukunan beragama yang tercipta merupakan teladan yang patut kita contoh.

patan-lalitpur-kathmandu-valley-map
ALUN-ALUN DURBAR di PATAN (Situs Warisan Dunia UNESCO):
Seperti halnya di Kathmandu, Alun-Alun Durbar di Patan berada di jantung kota dan pernah dijadikan istana untuk para raja Patan. Alun-alun ini adalah tempat percampuran yang mengesankan dari bangunan istana, halaman yang artistik, dan kuil pagoda nan anggun – sebuah pameran arsitektur Newari yang mencapai puncaknya pada masa pemerintahan raja-raja dinasti Malla. Dari sejumlah halaman yang ada, Keshav Narayan Chowk yang direnovasi telah berubah fungsi menjadi museum artefak perunggu. Sundari Chowk dengan kolam pemandian Tusha Hiti menampilkan ukiran kayu yang indah dan patung batu dan logam yang anggun. Kuil Krishna yang megah dengan 21 menara berlapis emas, dibangun pada tahun 1637, dan Manga Hiti, kolam pemandian dengan air mancur, yang ditemukan di kompleks istana hanyalah beberapa contoh dari kemegahannya. Kuil Krishna yang seluruh bangunannya dibangun dari batu, diyakini sebagai bangunan dengan arsitektur bergaya Shikhara pertama di Nepal.

MAHABOUDDHA:
Di timur Alun-Alun Durbar di Patan terdapat Mahabouddha, yaitu sebuah monumen Buddha yang dibangun menggunakan bentuk kesenian tanah liat yang luar biasa indah. Ribuan gambar Sang Buddha terukir pada tubuh karya arsitektur abad ke-14 ini.

RUDRA VARNA MAHAVIHAR:
Juga dikenal sebagai Uku Bahal, terletak tidak jauh dari Mahabouddha dan berisi koleksi gambar dan patung yang terbuat dari logam, batu, dan kayu yang menakjubkan. Pada halaman dengan batu sebagai dasarnya ini berdiri bangunan dua lantai dengan atap berlapis emas. Biara ini diyakini sebagai tempat untuk menobatkan para raja pada zaman dahulu. Di sini Anda dapat melihat berbagai macam barang berharga yang diberikan oleh para pemuja bahkan hingga hari ini.

HIRANYA VARNA MAHABIHAR:
Berasal dari abad ke-12, kuil tiga lantai ini, juga dikenal sebagai Kuil Emas, memiliki patung Buddha di dalam halamannya atau Kwa Bahal. Biara ini dikenal dengan ukiran kayu yang sangat halus dan barang-barang yang dibuat menggunakan teknik embos. Anda bisa mencapai bangunan ini hanya dengan lima menit berjalan kaki ke arah barat lalu ke utara dari ujung utara Alun-Alun Durbar.

KUMBHESHWAR:
Kuil yang didedikasikan untuk dewa Siwa ini adalah satu-satunya pagoda lima tingkat di Patan dan merupakan salah satu dari tiga kuil lima lantai yang masih tersisa di negara ini. Sebuah mata air alami di halaman kuil yang dibangun pada tahun 1392 dipercaya bersumber dari danau glasial Gosainkunda di bagian utara Kathmandu. Kuil ini merupakan tempat pertemuan besar para pemuja untuk melaksanakan ritual mandi pada hari Janai Poornima di bulan Agustus.

JAGAT NARAYAN:
Kuil Jagat Narayan di tepi Sungai Bagmati di Sankhamul adalah kuil yang tinggi bergaya shikhara yang dipersembahkan untuk Dewa Wisnu. Dibangun dari batu bata merah, kuil ini memiliki banyak patung dengan potongan yang halus. Patung logam berbentuk Garuda yang menarik diletakkan di atas batu monolit bersama dengan beberapa patung Ganesha dan Hanoman.

STUPA ASHOKA:
Ada empat stupa, yang dibangun oleh Kaisar Asoka dari India pada tahun 250 SM, yang menandai empat penjuru Patan. Stupa tersebut masing-masing terletak di Pulchowk, Lagankhel, Ibahi, dan Teta (arah ke Sano Gaon). Pada saat stupa dibangun, ajaran Budha sedang berkembang di Lembah Kathmandu.

KAMP PENGUNGSIAN TIBETAN:
Kamp di pinggiran Patan ini adalah salah satu lokasi wisata dengan toko-toko suvenir yang menjual karpet wol yang ditenun dengan tangan dan kerajinan tangan seperti roda doa, berbagai macam ikat pinggang, mangkuk kayu, dan perhiasan. Kamp ini juga memiliki stupa dan sejumlah kuil.

KAWASAN INDUSTRI PATAN:
Kawasan yang terletak di Lagankhel dekat Sat Dobato ini terkenal dengan kerajinan tangan seperti ukiran kayu, ukiran logam, karpet wol yang ditenun dengan tangan, dan lukisan budha (thanka). Di sini juga terdapat gedung belanja tempat memamerkan kerajinan.

[Image via planetware.com]

Email
Print
WP Socializer Aakash Web